KARAKTERISTIK HUNIAN DI DAERAH PEGUNUNGAN

       Bagaimana karakteristik hunian di daerah pegunungan? Tentunya tidak sama dengan hunian di dataran rendah seperti daerah perkotaan dan daerah pantai. Indonesia sendiri terkenal dengan kekayaan alamnya salah satunya gunung dan hutan yang tersebar luas di seluruh penjuru Indonesia. Kondisi alam pun berbeda-beda seperti halnya daerah pegunungan yang memiliki iklim atau suhu lebih dingin dan lebih ekstrim daripada dataran rendah. Ketinggian tempat mempengaruhi suhu, ketinggian dibedakan menjadi tiga yaitu pegunungan sebagai dataran tinggi, dataran rendah, serta pantai sebagai daerah pesisir, dan dari ketiga daerah tersebut tentunya memiliki iklim yang berbeda-beda sehingga masyarakat harus menyesuaikan karakteristik hunian mereka agar cocok dan dapat bertahan melawan iklim di daerah masing-masing. Secara umum kita ketahui bahwa dengan banyaknya gunung yang tersebar di negara kita, maka semakin banyak pula kehidupan di sekitar pegunungan seperti pemukiman yang ada di lereng/kaki gunung tersebut. Ada beberapa karakteristik hunian di daerah pegunugan diantara lain :

1. Material Dinding Menggunakan Batu Kali

       Mayoritas masyarakat di daerah dataran tinggi menggunakan material batu kali yang dipecah sebagai dinding hunian mereka dibandingkan dengan material batu bata. Tak jarang masyarakat lebih memilih mengumpulkan batu kali sendiri setelah itu baru membangun hunian mereka daripada harus beli untuk menghemat biaya. Hal tersebut dikarenakan material batu kali sangat mudah didapatkan di daerah dataran tinggi sehingga banyak orang lebih memilih material batu kali sebagai dinding.

2. Material Dinding Menggunakan Kayu/Bambu

       Material kayu/bambu masih banyak digunakan masyarakat di daerah pegunungan dengan pertimbangan bahwa material kayu dan bambu lebih murah dan mudah untuk didapatkan, selain itu pertimbangan menggunakan material kayu/bambu dirasa dapat memberikan manfaat lebih hangat dibandingkan menggunakan material batu kali/batu bata. Hunian dengan material kayu/bambu biasanya merupakan masyarakat yang sudah menetap lama di daerah pegunungan, oleh karena itu selain menghemat biaya pembangunan juga tetap menjaga estetika rumah agar masih terlihat tradisional.

3. Material Atap Menggunakan Seng/Spandek

       Penggunaan material Seng/Spandek merupakan satu alternatif yang dipilih masyarakat, khususnya untuk digunakan sebagai atap.  Bangunan atap seng akan memberikan panas yang lebih banyak pada waktu siang, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memanasan bangunan serta menjaga suhu didalam ruangan agar tetap hangat. Rangka atap yang digunakan merupakan rangka atap baja ringan, hal ini dirasa lebih awet dan kuat dalam menahan angin kencang yang biasanya hadir di malam hari.

 

 

Jual Baja Ringan IBI Truss

       Sudah paham kan bagaimana karakteristik hunian di daerah pegunungan? Sudah punya rencana ingin membangun hunian di daerah pegunungan? Dimanapun lokasi hunian anda, Baja Ringan IBI Truss selalu siap mensupport serta siap memenuhi kebutuhan material atap bagi proyek anda. Untuk kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi, selain anti karat dan anti rayap juga memiliki bobot yang ringan, Baja ringan IBI Truss tersedia dalam berbagai jenis ketebalan dan ukuran sesuai kebutuhan atap anda. Ada kanalrengspandekgenteng metalgenteng metal pasir, metal stud, u runner , bondeck, hingga berbagai macam aksesoris yang medukung pembangunan seperti baut, dynabolt dan lainnya. Yuk belanja baja ringan IBI Truss di outlet-outlet resmi kami. Tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di 087854844507   ,   youtube  dan https://indoberkainvestama.com/.