Pahami Tipe Dan Jenis Scaffolding Dalam Bidang Konstruksi

Saat melihat proses pembangunan gedung, rumah, maupun perkantoran, sahabat IBI melihat bangunan menyerupai tangga berbentuk kotak dengan minimal 2 tingkat yang digunakan para tukang untuk bekerja kan. Umumnya, bangunan tersebut terbuat dari sambungan-sambungan kayu atau besi yang disambung menjadi satu rangkaian. Pastinya sahabat IBI sudah mengenal nama bangunan tersebut kan karena di Indonesia seringkali menggunakan bangunan tersebut, namun masih belum mengenalnya lebih dalam. Untuk menjawabnya, mari simak penjelasan di bawah ini ya Sahabat IBI.

Dalam dunia konstruksi, bangunan tersebut dinamakan scaffolding atau disebut juga perancah. Scaffolding atau perancah merupakan sebuah struktur konstruksi yang dibangun untuk menopang atau menyangga pekerja konstruksi dalam proyek pembangunan, pemeliharaan, maupun pembongkaran. Penggunaan scaffolding ini bersifat semi permanen atau sementara selama proyek pembangunan tersebut berlangsung. Biasanya, scaffolding dibuat dan dipasang pada saat pengerjaan bangunan tinggi dengan minimal ketinggian bangunan lebih dari 2 m dimana, para pekerja tidak bisa menjangkaunya.

Secara umum, scaffolding atau perancah mempunyai fungsi sebagai penyangga atau penopang para pekerja. Namun, terdapat fungsi lain yang tidak kalah penting dari fungsi utama tersebut, yaitu

1. Sebagai tempat bekerja yang aman untuk tukang maupun pekerja sehingga bisa menjamin keselamatan kerja.

2. Sebagai pelindung untuk para pekerja supaya terhindar dari jatuhnya bahan-bahan material atau peralatan yang digunakan.

3. Sebagai jalur penghubung dari area kerja satu ke area kerja yang lain selama proyek konstruksi bangunan belum selesai.

Berdasarkan fungsi tersebut, kebutuhan penggunaan scaffolding dalam pengerjaan suatu proyek, tergantung pada sang pemilik proyek. Dikarenakan terdapat adanya perbedaan biaya yang dikeluarkan, apakah menggunakan bambu saja atau menggunakan scaffolding. Tetapi, di era modern saat ini, pemilik proyek memilih untuk menggunakan scaffolding dikarenakan faktor keamanannya lebih terjamin. Selain itu, pemilik proyek juga tidak perlu lagi untuk membuat scaffolding secara mandiri. Pemilik proyek bisa menggunakan jasa sewa atau rental untuk mendapatkan scaffolding yang diinginkan. Apabila memilih untuk jasa sewa atau rental, ada tipe-tipe dasar dari scaffolding yang harus diketahui yaitu :

1. Supported scaffolds : tipe scaffolding yang paling sering digunakan, karena hanya berupa tiang yang disangga dan dilengkapi oleh pendukung lainnya seperti, sambungan-sambungan biasa.

2. Suspended scaffolds : tipe scaffolding yang mempunyai beberapa tambahan platform ketika digunakan, seperti menambahkan tali sling, rantai, atau benda-benda lain yang mempunyai kekuatan untuk menahan scaffolding.

3. Aerial Lifts : tipe ini mempunyai kesamaan dengan tipe sebelumnya yang mempunyai tambahan platform seperti sebuah keranjang besi yang bisa untuk mengangkat pekerja konstruksi hingga ke bagian atas bangunan.

Selain tipe-tipe dasar tersebut, scaffolding juga mempunyai jenis-jenis yang sering digunakan di konstruksi proyek pembangunan rumah hingga gedung-gedung bertingkat. Berikut adalah jenis-jenisnya :

1. Frame Scaffolds merupakan jenis scaffolding yang terdiri dari susunan-susunan rangka pipa besi yang dipasang dengan ukuran tertentu. Frame scaffolds ini sangat mudah untuk dipasang ataupun dibongkar.

2. Tube and Coupler Scaffold merupakan jenis scaffolding ini disusun dari batang-batang pipa yang dirangkai menjadi satu dengan menggunakan klem dan baut khusus. Tube and coupler scaffold ini bentuknya mudah untuk diatur dan dirakit sesuai dengan kebutuhan.

3. Mobile scaffold merupakan jenis scaffolding yang lebih modern dari jenis-jenis sebelumnya. Scaffolding jenis ini mempunyai tambahan roda di masing-masing sudutnya, sehingga membuat jenis ini cocok untuk pekerjaan yang berpindah-pindah tempat baik outdoor maupun indoor.

4. Scaffolding kayu merupakan jenis scaffolding yang paling sering digunakan. Scaffolding jenis ini dipilih karena bahan yang mudah didapatkan dan biaya yang dikeluarkan sangat murah sehingga dapat menghemat biaya konstruksi.

5. Scaffolding tanpa roda merupakan jenis scaffolding yang mempunyai rangkaian konstruksi dengan komponen pendukungnya terdiri dari kaki pipa, kusen bangunan, penguat vertikal, tiang sandaran, sambungan pasak, papan panggung, pangguung datar, hingga papan pengaman,

Demikian penjelasan mengenai scaffolding yang sudah mimin sampaikan kepada sahabat IBI. Apakah sahabat IBI sudah memahaminya ? Jika sahabat IBI ingin menggunakan scaffolding, tetap ikuti pedoman yang sudah ditentukan ya. Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.  

 

 

Jual Baja Ringan IBI Truss

       Butuh material rangka atap untuk pembangunan rumah ? Percayakan pada produk IBI Truss. IBI Truss siap mensupport kebutuhan baja ringan anda . Untuk kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi, selain anti karat dan anti rayap juga memiliki bobot yang ringan, Baja ringan IBI Truss tersedia dalam berbagai jenis ketebalan dan ukuran sesuai kebutuhan atap anda. Ada kanalrengspandekgenteng metalgenteng metal pasir, metal stud, u runner , bondeck, hingga berbagai macam aksesoris yang medukung pembangunan seperti baut, dynabolt dan lainnya. Yuk belanja baja ringan IBI Truss di outlet-outlet resmi kami. Tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di 087854844507