Kenali Karakteristik Dari High Rise Building

Melihat gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi pasti sudah tidak asing lagi bagi kalian yang tinggal dikota-kota besar. Idealnya gedung-gedung tersebut merupakan gedung-gedung pencakar langit dengan ketinggian lebih dari 10 m dan biasa difungsikan sebagai apartemen atau gedung-gedung perkantoran. Bangunan-bangunan tinggi tersebut biasanya juga dilengkapi dengan lift maupun elevator sebagai sarana penunjang bagi para penghuninya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bangunan yang menjulang tinggi dengan mempunyai struktur bangunan yang tinggi tersebut dinamakan high rise building.

Secara umum high rise building diartikan sebagai bangunan tinggi. Namun, seiring perkembangan high rise building tidak hanya diartikan bangunan tinggi saja. Melainkan bangunan tinggi dengan jumlah tingkat atau lantai yang banyak dimana didalamnya memiliki dampak besar terhadap evakuasi. Dikarenakan semakin tinggi sebuah bangunan, pasti mempunyai resiko yang dapat mengancam keselamatan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai high rise building, sahabat IBI harus memperhatikan karakterstiknya sebagai berikut :

1. Ketinggian bangunan.

Karakteristik high rise building yang pertama adalah berdasarkan ketinggian bangunan. Bangunan dengan kategori high rise building mempunyai ketinggian minimal 23 m atau 75 kaki.

2. Struktur bangunan.

High rise building harus mempunyai struktur bangunan yang kuat dan kokoh supaya meminimalisir terjadinya kecelakaan ketika dioperasikan karena menahan beban. Untuk mendapatkan bangunan yang kuat dan kokoh, terdapat 3 macam struktur yang bangunan yang menopangnya, diantaranya :

a. Open frame : struktur yang menggabungkan balok dan kolom yang membentuk sebuah sambungan yang mampu menahan beban bangunan.

b. Flat sab : sebuah struktur bangunan yang dibuat dari pelat beton yang menjadi tempat ditancapkannya kerangka pada sebuah bangunan.

c. Bearing wall system : sebuah system struktur yang memakai dinding untuk tempat menumpu beban bangunan.

3. Luas lantai.

Sebuah bangunan tergolong high rise building apabila mempunyai luas lantai minimal 750 m2 dan maksimal 1500 m2. Hal tersebut dikarenakan, high rise building seringkali dibangun didaerah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

4. Sistem aerodinamika.

Pada umumnya, bangunan high rise building menerapkan sistem aerodinamika yang baik. Penerapan sistem tersebut bertujuan untuk menahan tekanan angin maupun tahan terhadap gempa bumi supaya tidak terjadi guncangan karena dibangun diketinggian yang fantastis.

5. Solusi dan keterbatasan lahan.

Dibangunnya high rise building saat ini merupakan solusi mengatasi keterbatasan lahan terutama didaerah perkotaan yang semakin lama semakin padat penduduk.

6. Bentuk bangunan lurus.

Bentuk bangunan high rise building umumnya lurus ke atas atau vertical. Bentuk lurus ke atas dikarenakan high rise building berdiri diatas lahan yang terbatas.

7. Kebutuhan energy yang besar.

Dengan tipe bangunan yang menjulang tinggi disertai jumlah lantai yang banyak, secara tidak langsung kebutuhan energy yang dibutuhkan sangat besar. Terlebih, bangunan high rise building sering difungsikan sebagai apartemen maupun perkantoran.

8. Nilai arsitektur tinggi.

High rise building diera saat ini tidak hanya berbentuk bangunan lurus atau vertical saja. Melainkan terdapat bentuk-bentuk khusus sebagai identitas atau karakter tersendiri dari bangunan tersebut. Bahkan di beberapa negara, high rise building menjadi icon dari negara tersebut karena keunikan bangunannya.

9. Kompleksitas tinggi.

Pembangunan high rise building merupakan pembangunan yang membutuhkan proses panjang dan rumit, serta perencanaan yang matang. Pembangunan tersebut akan melibatkan banyak pihak dalam pengerjaannya. Apabila pembangunan high rise building tidak dihitung secara matang, maka resiko yang ditanggung akan tinggi. Maka dari itu, high rise building mempunyai kompleksitas bangunan yang tinggi.

Bagaimana sahabat IBI, sudah paham kan bangunan mana saja yang masuk kategori high rise building ? Setelah memahaminya, coba sebutkan contoh bangunan yang masuk kategori high rise building di sekitar rumah Sahabat IBI.

 

 

Jual Baja Ringan IBI Truss

       Butuh material rangka atap untuk pembangunan rumah ? Percayakan pada produk IBI Truss. IBI Truss siap mensupport kebutuhan baja ringan anda . Untuk kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi, selain anti karat dan anti rayap juga memiliki bobot yang ringan, Baja ringan IBI Truss tersedia dalam berbagai jenis ketebalan dan ukuran sesuai kebutuhan atap anda. Ada kanalrengspandekgenteng metalgenteng metal pasir, metal stud, u runner , bondeck, hingga berbagai macam aksesoris yang medukung pembangunan seperti baut, dynabolt dan lainnya. Yuk belanja baja ringan IBI Truss di outlet-outlet resmi kami. Tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di 087854844507