Ketahui Konstruksi Jembatan Dan Jenisnya

Ketika mendengar kata jembatan, pasti sudah tidak asing lagi ditelinga sahabat IBI. Seringkali sahabat IBI menemukan dan melewati jembatan tersebut dengan berbagai bentuk. Biasanya jembatan banyak ditemui di daerah pedesaan dikarenakan masih banyaknya sungai-sungai maupun lembah. Namun, seiring berkembangnya zaman dan mobilitas yang dilakukan oleh masyarakat sangat tinggi, jembatan tidak lagi berdiri diatas sungai maupun lembah saja. Melainkan, jembatan mampu berdiri kokoh diatas laut lepas. Secara kasat mata, kita pasti berpikiran bahwa setiap jembatan yang kita lewati tersebut mempunyai bentuk struktur dan bangunan yang sama. Tetapi, jika diamati dan dipahami lebih dalam semua jembatan yang berdiri tersebut mempunyai jenis konstruksi yang berbeda-beda.

Sebelum membahas mengenai konstruksi jembatan dan jenisnya, alangkah baiknya sahabat IBI memahami terlebih dahulu apa sih yang dimaksud jembatan beserta fungsinya? Jembatan merupakan sebuah produk konstruksi yang dibangun terbentang dan direntangkan diatas titian besar yang menjadi penghubung dua jalan yang terputus. Selain sebagai penghubung jalan, jembatan juga dapat mempersingkat waktu perjalanan kita karena kita tidak perlu memutar terlalu jauh serta jembatan juga berguna untuk membuka akses satu daerah ke daerah lain. Jadi, jembatan mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita. Jika jembatan tersebut mengalami kerusakan atau roboh karena faktor cuaca maupun usia jembatan tersebut, maka mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat akan terhambat.

Untuk mengantisipasi adanya hal tersebut, dibutuhkan sebuah konstruksi yang kuat agar jembatan bisa berdiri kokoh dalam jangka waktu yang lama. Konstruksi jembatan merupakan suatu pekerjaan konstruksi yang digunakan untuk menghubungkan dua jalan yang terputus agar dapat dilintasi oleh berbagai jenis kendaraan. Konstruksi jembatan didukung oleh bangunan pondasi yang kuat supaya mampu menahan keseluruhan beban jembatan baik itu dari bawah maupun dari atas jembatan. Lalu, apa saja sih jenis-jenis konstruksi jembatan yang sering digunakan ? berikut adalah jenisnya :

1. Beam bridge :

Bisa disebut juga dengan jembatan girder. Konstruksi jembatan jenis ini yang paling sederhana dari konstruksi jembatan yang lain untuk membangun sebuah jembatan. Bentuk dari jembatan jenis ini, hanya lurus horizontal serupa dengan jalan raya yang diperkuat dengan tiang vertikal yang menempel langsung ditanah sebagai penopangnya. Jenis jembatan ini sering digunakan untuk pembangunan jembatan dengan jarak yang tidak terlalu jauh, hanya dipisahkan oleh sungai atau muara kecil.

2. Truss bridge :

Sebuah konstruksi jembatan yang lebih kokoh dari konstruksi beam bridge, karena dibangun dan disusun dengan rangka yang berbentuk segitiga atau triangular. Meskipun susunan rangka tersebut tidak tertancap atau menempel ditanah, tetapi bangunan jembatan akan tetap berdiri kokoh. Dikarenakan rangka tersebut disusun saling berkaitan satu sama lain dan beban yang ditransfer akan merata sehingga tidak menumpuk pada satu titik tertentu saja.

3. Arch bridge :

Jenis konstruksi jembatan yang berbentuk melengkung menyerupai busur panah. Secara konstruksi, jembatan jenis ini tidak terlalu membutuhkan banyak meteial. Meskipun minim material, tingkat ketahanan dari arch bridge lebih unggul dari beam bridge dan truss bridge. Hal tersebut dikarenakan pilar-pilar penopang jembatan menempel pada dinding tumpuan disetiap ujungnya.

4. Suspension bridge :

Salah satu jenis konstruksi jembatan yang diartikan sebagai jembatan gantung. Konstruksi suspension bridge mengandalkan kekuatan kabel dalam tumpuannya. Kabel tersebut terdiri kabel utama (main cable) dan kabel gantung (suspension cable). Kabel-kabel tersebut dihubungkan pada pilar utama yang terletak di setiap ujung jembatan. Jembatan ini mampu mencapai panjang bentang hingga 1.400 meter.

5. Cable stayed bridge :

Sesuai dengan namanya, jenis konstruksi jembatan ini menggunakan kabel sebagai pemikul bebannya. Kabel tersebut langsung bertumpu pada tower atau menara di sisi jembatan. Cable stayed bridge mempunyai titik pusat massa yang relative rendah diposisinya. Maka dari itu, jembatan jenis ini cocok didirikan didaerah yang rawan gempa dengan ukuran panjang bentang antara 100 – 600 meter.

Bagaimana sahabat IBI, sudah paham kan mengenai jenis-jenis konstruksi jembatan. Mulai sekarang sahabat IBI pasti bisa dong membedakan jenis konstruksinya ketika melewati sebuah jembatan. Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.

 

 

Jual Baja Ringan IBI Truss

       Butuh material rangka atap untuk pembangunan rumah ? Percayakan pada produk IBI Truss. IBI Truss siap mensupport kebutuhan baja ringan anda . Untuk kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi, selain anti karat dan anti rayap juga memiliki bobot yang ringan, Baja ringan IBI Truss tersedia dalam berbagai jenis ketebalan dan ukuran sesuai kebutuhan atap anda. Ada kanalrengspandekgenteng metalgenteng metal pasir, metal stud, u runner , bondeck, hingga berbagai macam aksesoris yang medukung pembangunan seperti baut, dynabolt dan lainnya. Yuk belanja baja ringan IBI Truss di outlet-outlet resmi kami. Tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di 087854844507