KENALI JENIS-JENIS PONDASI BANGUNAN

Pada artikel sebelumnya, mimin sudah menjelasakan mengenai bagian-bagian dari konstruksi bangunan. Salah satu bagian konstruksi tersebut adalah pondasi. Pasti sahabat IBI sudah tidak asing lagi kan dengan kata tersebut ? bahkan sahabat IBI sering melihat secara langsung bentuk dari sebuah pondasi. Secara kasat mata, sahabat IBI berpikiran bahwa bentuk setiap pondasi itu sama. Tetapi pada penerapannya, pondasi mempunyai beberapa jenis dan kegunaan yang berbeda. Penasaran apa saja jenis dan kegunaannya ? yuk, simak pembahasannya.

Dalam dunia konstruksi, pondasi diartikan sebagai bagian dari struktur konstruksi bawah yang berfungsi sebagai penahan dan penopang beban keseluruhan sebuah bangunan. Proses pengerjaan pondasi harus dikerjakan terlebih dahulu daripada bagian lainnya karena perannya sebagai penahan dan penopang beban bangunan. Prosesnya pun tidak boleh dikerjakan sembarangan, harus benar-benar diperhitungkan secara matang dan teliti supaya bangunannya lebih kokoh, kuat, dan tahan lama. Dikarenakan, kualitas bangunan yang baik dan kuat tersebut bergantung pada kekuatan dari pondasi yang dibuat. Jadi, sebelum membangun sebuah pondasi untuk bangunan rumah maupun gedung, sahabat IBI harus memahami terlebih dahulu jenis-jenis dari pondasi yang akan digunakan supaya tidak salah sehingga merusak kualitas struktur bangunan lain. Secara umum, pondasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis pondasi dalam dan jenis pondasi dangkal. Yuk kita bahas satu per satu jenisnya :

1. Jenis pondasi dalam : jenis pondasi ini berguna untuk meletakkan pondasi yang tidak memiliki daya dukung cukup untuk menahan beban yang bekerja di atasnya. Pondasi jenis ini biasa diterapkan di permukaan tanah dengan kedalaman lebih dari 3 m. Jenis pondasi dalam ini juga dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :

a. Pondasi tiang pancang.

Pondasi yang masuk dalam kategori pondasi dalam ini sering dijumpai dalam proyek berskala besar maupun berskala kecil. Pondasi tiang pancang digunakan dan dipasang pada area tanah dengan kondisi yang lembek, berawa, dan mempunyai kandungan air yang tinggi. Pondasi tiang pancang umumnya terbuat dari bahan beton bertulang, kayu, bambu, dan baja.

b. Pondasi bore pile (caissons).

Jenis pondasi ini dibangun di dalam permukaan tanah dengan kedalaman tertentu. Pondasi bore pile ini ditempatkan di kedalaman yang diinginkan dengan cara membuat lubang menggunakan bor. Setelah itu pondasi yang sudah diletakkan dicor melalui lubang galian yang sudah dibor. Kelebihan dari pondasi bore pile ini, ketika dilakukan pemasangan tidak menimbulkan suara bising sehingga cocok untuk dikerjakan didaerah yang padat penduduk.

c. Pondasi dinding diafragma (pondasi piers).

Jenis pondasi ini dibuat dari material berbahan beton precast. Pondasi piers berfungsi untuk meneruskan beban berat struktural pada bangunan. Pemasangan pondasi ini dilakukan dengan cara menggali tanah dengan kedalaman tertentu kemudian pondasi piers bisa dipasang didalam tanah yang sudah digali.

2. Jenis pondasi dangkal : pondasi jenis ini digunakan pada struktur bangunan dengan beban yang tidak terlalu berat dan bangunan yang tidak terlalu tinggi. Pondasi ini dibangun tak jauh dari dipermukaan tanah dengan kedalaman tanah yang kurang dari 3 m. sama halnya dengan pondasi dalam, pondasi dangkal juga mempunyai beberapa jenis yaitu :

a. Pondasi raft atau rakit.

Jenis pondasi ini seringkali digunakan untuk menyebarkan keseluruhan beban struktur di area yang luas. Pondasi raft diaplikasikan pada struktur tanah yang bertekstur lunak atau longgar. Pondasi ini disusun menggunakan pelat beton besar yang terdiri dari beberapa jalur kolom sesuai dengan kontur permukaan tanah.

b. Pondasi tapak.

Pondasi yang terbuat dari material beton bertulang yang berbentuk persegi empat atau persegi panjang. Pondasi tapak biasa didirikan untuk bangunan bertingkat. Keunggulan dari pondasi jenis ini adalah proses pembuatannya yang relatif lebih cepat karena tidak perlu menggali tanah terlalu dalam dan mempunyai biaya dan harga yang murah.

c. Pondasi memanjang atau jalur.

Pondasi jenis ini digunakan untuk bangunan yang mempunyai beban memanjang. Biasanya, pondasi jenis ini banyak dipakai pada bangunan dinding berbentuk persegi, persegi panjang, atau trapesium. Pondasi memanjang dibuat dari material berbahan dasar campuran dari batu kali, batu, serta cor beton tanpa tulang.

d. Pondasi setempat.

Pondasi ini mempunyai fungsi sebagai penahan kolom pada bangunan. Pondasi setempat digunakan pada bangunan bertingkat sebagai struktur utamanya.

Pada umumnya, jenis pondasi yang paling sering digunakan adalah pondasi tiang pancang, pondasi tapak, dan pondasi memanjang atau jalur. Nah, bagaimana sahabat IBI, sudah menemukan jenis pondasi mana yang tepat untuk bangunan rumah anda ? atau masih bimbang untuk menentukan pilihan ? segera konsultasikan hal tersebut pada ahlinya ya sahabat IBI.

Jangan lupa untuk gunakan produk kami IBI Truss sebagai material pilihan untuk rangka atap rumah anda. IBI Truss akan mensupport kebutuhan baja ringan anda dengan kualitas dan mutu terjamin serta harga yang kompetitif. Jadi, tunggu apa lagi, segera hubungi layanan customer service kami di nomor 087854844507. IBI Truss solusi tepat material rangka atap.