APA ITU DILATASI BANGUNAN ?

Sahabat IBI pernahkah mendengar istilah dilatasi bangunan ? Pasti kata tersebut terdengar asing di telinga sahabat IBI kan ? Memang istilah tersebut jarang sekali terdengar di masyarakat umum bahkan banyak yang tidak mengetahuinya. Pada pembahasan kali ini mimin akan memberikan informasi mengenai dilatasi bangunan. Simak penjelasannya ya sahabat IBI. Dilatasi bangunan adalah sebuah sambungan atau pemisah pada sebuah bangunan yang mempunyai sistem struktur yang berbeda. Intinya, dilatasi bangunan merupakan pemisah struktur bangunan yang seringkali digunakan pada pertemuan antara bangunan rendah dan bangunan tinggi atau bangunan sayap dengan bangunan induk. Tujuan dari dibangunnya dilatasi bangunan adalah untuk mencegah dan menghindari kerusakan atau keretakan bangunan yang berbenturan pada saat terjadi gempa.

Pada umumnya dilatasi bangunan dapat diterapkan pada struktur bangunan dengan tipe-tipe seperti dibawah ini :

1. Bangunan yang mempunyai ketinggian berbeda.

2. Bangunan pemisah antara bangunan induk dengan bangunan sayap

3. Bangunan dengan panjang lebih dari 30 meter

4. Bangunan yang berdiri diatas permukaan tanah yang kurang rata

5. Bangunan yang terletak di daerah rawan gempa

6. Bangunan dengan bentuk denah yang tidak simetris, seperti L, T, Z, O, H, dan U.

Dari tipe-tipe struktur tersebut, dilatasi bangunan mempunyai beberapa jenis yang biasa digunakan di proyek konstruksi. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis dilatasi bangunan :

1. Dilatasi dengan 2 kolom

Jenis dilatasi ini seringkali digunakan untuk bangunan dengan bentuk yang memanjang dan linier. Dilatasi dengan 2 kolom ini dibangun supaya memungkinkan jarak antara kolom menjadi lebih pendek.

2. Dilatasi dengan balok kantilever

Dilatasi jenis ini hanya bisa terpasang dengan maksimal sepertiga dari bentangan balok induk, sehingga pada dilatasi bentang kolom dibatasi atau diperkecil menjadi dua pertiga panjang bentang kolom yang lain.

3. Dilatasi dengan balok gerber

Jenis dilatasi ini digunakan apabila ingin mendapatkan jarak kolom yang sama. Namun, jenis dilatasi ini mempunyai kelemahan yaitu, apabila terdapat beban horizontal yang cukup besar akibat adanya gempa maka struktur bangunan tersebut rentan mengalami ambruk atau roboh.

4. Dilatasi dengan konsol.

Dilatasi jenis ini memungkinkan mempertahankan sistem jarak kolom yang sama. Pada umumnya, dilatasi dengan konsol digunakan pada bangunan yang memakai material prefabrikasi.

Setelah memahami jenis-jenis dilatasi bangunan, sahabat IBI juga perlu memahami mengenai penerapan dari dilatasi bangunan dalam konstruksi pembangunan. Dalam penerapannya, dilatasi bangunan perlu memperhatikan jaraknya dan perhitungan yang matang. Artinya, apabila dilatasi bangunan mempunyai jarak yang terlalu sempit, akan menimbulkan permasalahan. Permasalahan tersebut terjadi apabila dilatasi yang terlalu sempit terkena pergeseran gaya vertikal maupun horizontal, seperti kebocoran yang sulit untuk diperbaiki, hingga kerusakan-kerusakan di bagian lain akibatnya saling bertabrakannya blok bangunan satu dengan yang lainnya. Maka dari itu, dalam pengaplikasiannya harus mengikuti standar yang ada.

 

 

Jual Baja Ringan IBI Truss

       Butuh material rangka atap untuk pembangunan rumah ? Percayakan pada produk IBI Truss. IBI Truss siap mensupport kebutuhan baja ringan anda . Untuk kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi, selain anti karat dan anti rayap juga memiliki bobot yang ringan, Baja ringan IBI Truss tersedia dalam berbagai jenis ketebalan dan ukuran sesuai kebutuhan atap anda. Ada kanal, reng, spandek, genteng metal, genteng metal pasir, metal stud, u runner , bondeck, hingga berbagai macam aksesoris yang medukung pembangunan seperti baut, dynabolt dan lainnya. Yuk belanja baja ringan IBI Truss di outlet-outlet resmi kami. Tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di 087854844507