MENGENAL RUMAH TUMBUH DAN TIPS MEMBANGUNNYA

Setiap orang pasti menginginkan untuk mempunyai rumah yang nyaman untuk ditinggali bersama keluarga. Namun, hal itu seringkali terhambat akibat adanya keterbatasan lahan dan biaya. Permasalahan tersebut bisa menjadi tantangan tersendiri kedepannya. Untuk mengatasinya, muncullah sebuah konsep yang menjadi solusi yaitu desain rumah tumbuh. Rumah tumbuh (growing house) adalah sebuah hunian yang proses pembangunannya dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari si pemilik. Awal mula munculnya konsep rumah tumbuh ini adalah adanya kebutuhan untuk membangun rumah yang nyaman dengan dana dan lahan yang dimiliki terbatas. Pembangunan rumah tumbuh ini dilakukan dengan menyisakan sedikit lahan yang nantinya akan dimanfaatkan menjadi sebuah ruangan di masa yang akan datang. Proses pembangunannya pun dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu yang panjang, dimulai dari prioritas utamanya terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut, kehadiran konsep rumah tumbuh bisa menjadi solusi untuk membangun rumah dengan lahan dan dana yang terbatas.

Selain menjadi solusi untuk lahan dan dana yang terbatas, ternyata rumah tumbuh mempunyai manfaat lainnya lho. Dibawah ini adalah beberapa manfaat menerapkan konsep rumah tumbuh :

1. Bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran

Karena proses pembangunannya yang bertahap, maka kebutuhan anggaran yang dikeluarkan pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga tidak menyebabkan banyaknya pengeluaran yang membuat tabungan terkuras.

2. Bisa terlibat secara langsung dalam proses pembangunan

Menggunakan konsep rumah tumbuh, membuat pemilik rumah terlibat dan mengendalikan secara penuh proses pembangunan. Pemilik rumah bisa secara bebas mengatur dan menentukan jadwal sendiri, membuat dan merubah desain secara fleksibel, serta bebas memilih material apa yang akan digunakan. Dengan begitu, kita bisa mengontrol pengeluaran yang digunakan selama proses pembangunan.

3. Bisa menyesuaikan tren desain.

Keunggulan terakhir dari menggunakan konsep rumah tumbuh adalah desain yang digunakan dapat disesuaikan dengan tren yang sedang booming maupun tren di masa mendatang.Selain itu, desain dari rumah tumbuh juga lebih fleksibel yaitu bisa dengan mudah merubah maupun menambah konsep desain.

Dengan banyaknya manfaat yang didapat, perlahan konsep rumah ini mulai diterapkan. Sebelum menerapkannya, pahami terlebih dahulu jenis rumah tumbuh yang umum digunakan. Dibawah ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis rumah tumbuh :

A. Rumah tumbuh vertikal

Merupakan sebuah rumah yang bangunan tambahannya dibangun ke arah atas atau bertingkat. Jenis rumah tumbuh vertikal ini sangat cocok diterapkan pada bangunan dengan lahan terbatas. Tetapi, sebelum memutuskan membangun ruang tambahan tersebut, pastikan terlebih dahulu struktur pondasi dari rumah tersebut sudah sangat kuat untuk menopang beban tambahan bangunan. Namun, apabila kekuatan bangunan belum maksimal, kalian harus memperkuat struktur bangunannya dahulu supaya bangunan lebih kokoh dan tahan lama.

B. Rumah tumbuh horizontal

Rumah jenis ini biasa dibangun secara melebar baik itu ke arah samping maupun ke belakang. Jenis rumah tumbuh horizontal ini cocok digunakan untuk bangunan dengan luas lahan minimal dua kali luas bangunan awal atau utamanya. Berbeda dengan rumah tumbuh vertikal yang harus mempunyai struktur pondasi bangunan yang sangat kuat, rumah tumbuh horizontal tidak terlalu memerlukan struktur pondasi bangunan yang kuat. Proses pengerjaan pun biasanya lebih mudah dan cepat dari pada rumah tumbuh vertikal.

Berdasarkan penjelasan dari dua jenis tersebut, pasti kalian sudah mempunyai pilihan jenis rumah tumbuh mana yang digunakan ? Nah, sebelum memulai pengerjaan alangkah baiknya untuk mempersiapkannya terlebih dahulu. Dibawah ini adalah penjelasan beberapa tipsnya :  

1. Buatlah rencana awal secara keseluruhan

Meskipun pembangunan rumah ini dilakukan secara bertahap, sebaiknya kalian membuat perencanaan pembangunan sejak awal. Buatlah perencanaan awal tersebut dalam jangka waktu yang panjang serta melihat prospek di masa depan. Dengan perencanaan yang matang sejak awal, sangat mempengaruhi kekuatan struktur bangunan yang akan dikembangkan pada tahapan selanjutnya. Apakah pembangunan tersebut akan ke arah vertikal atau horizontal.

2. Sesuaikan rumah dengan lahan yang dimiliki.

Ketika membangun rumah tumbuh, sesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Apabila lahan yang dimiliki tidak terlalu luas, gunakanlah jenis rumah tumbuh vertikal. Sedangkan, apabila lahan yang dimiliki cukup luas, jenis rumah tumbuh horizontal solusinya. Jangan pernah memaksakan jika pilihan jenis rumah tumbuh yang tidak sesuai dengan luas lahan.

3. Tentukan prioritas

Membangun konsep rumah tumbuh, terlebih dahulu kalian harus menentukan ruangan mana yang menjadi prioritas utamanya untuk dibangun lebih awal. Penentuan prioritas ini ditentukan berdasarkan tingkat urgensi atau kebutuhan. Misalnya, kamar tidur, kamar mandi, serta dapur.

4. Buat anggaran biaya

Apapun jenis dan model rumahnya, perhitungan biaya sangatlah penting untuk diperhatikan. Hitung secara rinci dan detail kebutuhan yang dibutuhkan, seperti biaya bahan, biaya tukang, serta biaya tambahan lainnya. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah ketika menghitung biaya, perhitungkan juga mengenai kemungkinan terjadinya kenaikan biaya akibat inflasi. Dikarenakan, konsep rumah tumbuh yang dibangun secara bertahap, jadi kemungkinan besar terjadi perubahan pada anggaran biaya.

5. Buatlah jadwal pengerjaan

Buatlah jadwal pengerjaan yang jelas dan terukur supaya pengerjaan rumah tumbuh tidak terlambat dari waktu yang telah ditentukan. Apabila terjadi keterlambatan, maka akan berdampak pada biaya yang dikeluarkan. Namun, pengerjaan yang terlalu terburu-buru pun tidak disarankan. Oleh sebab itu, buatlah jadwal yang jelas dan terukur.

6. Konsultasikan dengan ahli.

Pembuatan desain rumah tumbuh tidaklah mudah, gunakanlah tenaga ahli atau profesional untuk berkonsultasi mengenai perencanaan pembangunan. Dengan berkonsultasi, bisa membuat seluruh desain dan konstruksi bangunan tetap berjalan dengan baik meskipun pengerjaan dilakukan tahun mendatang atau bertahap.

Sekian penjelasan mengenai konsep rumah tumbuh yang menjadi solusi untuk mewujudkan rumah impian. Bagaimana sahabat IBI, siap untuk menerapkannya ? Jangan lupa untuk mengikuti tips diatas ya, supaya meminimalisir kesalahan.

 

 

Jual Baja Ringan IBI Truss
       Butuh material rangka atap baja ringan serta rangka plafon untuk membangun rumah anda? Percayakan pada IBI Truss. IBI Truss siap mensupport kebutuhan material anda. Untuk kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi, selain anti karat dan anti rayap juga memiliki bobot yang ringan, Baja ringan IBI Truss tersedia dalam berbagai jenis ketebalan dan ukuran sesuai kebutuhan atap anda. Ada kanalrengspandekgenteng metalgenteng metal pasir, metal stud, u runner , bondeck, hingga berbagai macam aksesoris yang medukung pembangunan seperti baut, dynabolt dan lainnya. Yuk belanja baja ringan IBI Truss di outlet-outlet resmi kami. Tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di 087854844507   .