MEMAHAMI TENTANG KURVA S DAN CARA MENYUSUNNYA

Mengelola sebuah proyek konstruksi baik itu berskala kecil maupun besar tidaklah mudah. Dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang untuk membuat proyek tersebut bisa sesuai dengan kesepakatan. Umumnya, sebuah proyek konstruksi selalu terkendala di waktu dan biaya proyek pengerjaan. Berdasarkan hal tersebut, untuk membuat suatu  pengerjaan proyek selesai lebih cepat dibutuhkan juga suatu perencanaan yang tepat. Salah satu indikator perencanaan tersebut adalah menggunakan kurva S. Kurva S adalah sebuah metode perhitungan jadwal pelaksanan pengerjaan proyek yang disajikan dalam bentuk grafis. Kurva S ini seringkali digunakan oleh para kontraktor karena mampu menampilkan data kumulatif secara real time dari berbagai elemen proyek. Lalu, kenapa kurva ini dinamakan kurva S ?

Kurva ini berbentuk menyerupai huruf “S” dikarenakan menggambarkan dan menampilkan proses pertumbuhan proyek pada tahap awal yang cenderung lambat dan membutuhkan waktu lama. Garis awalnya menggambarkan kondisi di mana proyek baru dimulai sedangkan anggota tim melakukan penelitian pada proyek tersebut. Pada tahap awal ini memakan waktu yang lebih lama sebelum menemui masalah yang harus diselesaikan. Kemudian, seiring kemajuan pengerjaan proyek yang dicapai, perlahan pertumbuhan akan semakin cepat. Hal  inilah yang menciptakan kemiringan ke atas dan bagian tengahnya membentuk huruf “S”. Bagian ini biasa disebut dengan “titik lentur”. Pada titik lentur tersebut terjadi banyak perubahan frekuensi pada kerja tim hingga anggaran yang dikeluarkan. Setelah fase pada titik lentur terlewati, muncullah titik stabil. Di titik stabil ini, sebagian besar pekerjaan proyek telah selesai dan mulai memasuki masa tenang. Titik inilah yang kemudian memunculkan garis lengkung bawah yang menyerupai huruf “S”. 

Bagaimana sahabat IBI, sudah paham kan kenapa kurva tersebut dinamakan kurva S ? Di dunia konstruksi, kurva S mempunyai manfaat yang sangat penting untuk kelancaran sebuah proyek. Dibawah ini adalah beberapa manfaat penggunaan kurva S pada proyek :

1. Sebagai jadwal untuk mengontrol kegiatan pelaksanaan proyek.

2. Sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan

3. Sebagai pedoman untuk manajemen keuangan proyek

4. Sebagai informasi untuk melihat pekerjaan yang masuk dalam lintasan kritis

5. Sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban kepada pihak-pihak terkait

6. Sebagai informasi untuk mengetahui progres yang sudah dikerjakan

7. Berguna untuk manajemen pengadaan material, tenaga, hingga peralatan proyek.

Nah, dengan banyaknya manfaat yang didapat tersebut, menerapkan kurva S pada pengerjaan proyek konstruksi kalian adalah keputusan yang tepat. Sebelum menerapkannya, ikuti langkah-langkah dibawah ini ya sahabat IBI :

1. Tetapkan waktu pelaksanaan pekerjaan

Saat menetapkan waktu pelaksanaan pekerjaan, kalian bisa menentukan berdasarkan target penyelesaian atau berdasarkan volume pekerjaan yang didapatkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan penetapan tersebut, pengerjaan suatu proyek akan mudah untuk dikontrol.

2. Buatlah tabel untuk menguraikan pekerjaan.

Tabel ini berfungsi untuk menguraikan durasi pekerjaan, biaya, bobot, dan waktu pengerjaan konstruksi. Nantinya semua data yang terkait pengerjaan proyek akan dituliskan secara rinci pada tabel uraian tersebut. Dalam pembuatannya, tabel-tabel tersebut berisi item pekerjaa, harga setiap item pekerjaan, bobot setiap pekerjaan, dan durasi setiap pekerjaan. Pembuatan tabel tersebut harus diketahui oleh seitap pihak yang terlibat.

3. Menetapkan urutan pelaksanaan pekerjaan.

Dalam pekerjaan proyek konstruksi, semua aktivitas pengerjaannya dilakukan secara berurutan dan saling berkaitan satu sama lain. Untuk menetapkan urutan tersebut, kalian bisa mengacu pada karakteristik pekerjaannya serta ketergantungan antar pekerjaan.

4. Menetapkan durasi tiap item yang dikerjakan

Penentuan durasi ini bisa ditentukan berdasarkan perkiraan waktu pelaksanaan setiap item pekerjaan. Caranya, kalian bisa mempertimbangkan volume pekerjaan, metode kerja, kondisi cuaca dan lingkungan, serta berbagai kondisi lain.

5. Menghitung bobot pekerjaan

Tahap selanjutnya adalah menghitung bobot pekerjaan. Perhitungan pekerjaannya menyesuaikan dengan nilai total kontrak yang ada. Cara menghitungnya yaitu berdasarkan perhitungan perbandingan antara biaya per item pekerjaan dan biaya total pekerjaan. Pastikan kalian menghitungnya secara cermat dan teliti.

6. Menentukan persentase kemajuan pekerjaan

Jika bobot setiap pekerjaan sudah dihitung, maka kalian harus melanjutkan untuk menghitung persentase kemajuan pekerjaan baik itu harian, mingguan, maupun bulanan. Cara menentukannya yaitu dengan membagi jumlah bobot berdasarkan durasi waktu yang sudah ditentukan. Untuk perhitungan bobot harian dan mingguan tidak selalu terbagi merata, tapi ketika nilainya dijumlahkan akan sama dengan nilai bobot per item pekerjaan yang sudah dihitung sebelumnya. Setelah itu, simpan persentase hasilnya ke diagram batang dengan cermat dan teliti.

7. Akumulasikan Kemajuan Pekerjaan Per Satuan Waktu

Tahap terakhir untuk menyusun kurva S adalah mengakumulasikan kemajuan pekerjaan. Menghitung akumulasi kemajuan tersebut harus betul-betul 100 %, baik itu secara horizontal maupun vertikal. Jadi, saat garis antara persentase kumulatif dengan nilai persentase ditarik, maka akan membentuk huruf S. Kurva inilah yang disebut dengan kurva S.

Jadi, penerapan kurva S pada proyek konstruksi sangatlah memudahkan kita untuk memanage dan mengontrol sejauh mana perkembangan proyek konstruksi yang sudah dijalankan. Dengan begitu, para kontraktor atau penyelenggara bisa dengan mudah memaksimalkan pekerjaan dan proyek bisa selesai tepat waktu.

 

 

Jual Baja Ringan IBI Truss
       Butuh material rangka atap baja ringan serta rangka plafon untuk membangun rumah anda? Percayakan pada IBI Truss. IBI Truss siap mensupport kebutuhan material anda. Untuk kualitas sudah tidak perlu diragukan lagi, selain anti karat dan anti rayap juga memiliki bobot yang ringan, Baja ringan IBI Truss tersedia dalam berbagai jenis ketebalan dan ukuran sesuai kebutuhan atap anda. Ada kanalrengspandekgenteng metalgenteng metal pasir, metal stud, u runner , bondeck, hingga berbagai macam aksesoris yang medukung pembangunan seperti baut, dynabolt dan lainnya. Yuk belanja baja ringan IBI Truss di outlet-outlet resmi kami. Tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di 087854844507   .