Efektivitas Baja Ringan Dalam Pembangunan Rumah Pasca Gempa di Lombok

           Dampak gempa bumi yang menimpa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 29 Juli tahun lalu menyebabkan berbagai sektor mengalami kerugian. Informasi yang beredar pada pemberitaan di media online, besar kerugian di sektor permukiman 3,82 trilyun rupiah, infrastruktur 7,5 milyar rupiah, ekonomi produktif 432,7 milyar rupiah, sosial budaya 716,5 milyar rupiah, dan lintas sector 61,9 milyar rupiah (sumber : BNPB). Berdasarkan data tersebut, kerusakan dan kerugian ini terbilang cukup besar, pemerintah memiliki pekerjaan rumah yang tidak singkat untuk bisa memulihkan infrastruktur, rumah, dan sektor ekonomi yang terhambat akibat bencana gempa tersebut.

           Oleh karena itu, agar warga yang terdampak gempa secepatnya bisa memulihkan aktivitasnya dan secepatnya bisa kembali memiliki rumah seperti saat sebelum terjadi gempa, pemerintah perlu mendorong percepatan pembangunan rumah yang rusak akibat gempa. Upaya ini tidak hanya menjadi program pemerintah saja, namun sebagai aplikator atau rekanan yang dipercaya pemerintah, maka mereka juga perlu memiliki target percepatan pembangunan kembali rumah korban gempa Lombok. Target utama yang harus dicapai adalah penyelesaiannya yang efektif dalam hal waktu.

           Percepatan pembangunan sebuah rumah atau gedung agar bisa efektif dalam hal waktu juga didorong ketersediaan bahan bangunan yang dipilih. Aplikator sebaiknya memilih bahan baku baja ringan yang kini kerap dan umum digunakan untuk pembangunan rumah dan gedung. Karena baja ringan memiliki kelebihan selain ringan, tahan terhadap cuaca dan korosi, baja ringan juga memiliki kelebihan mudah dan cepat dalam pemasangannya. 

           Dibandingkan dengan bahan kayu yang kini semakin sulit didapat, dan beban kayu yang begitu berat amat sangat beresiko saat terjadi gempa. Sifat material baja ringan jauh lebih ringan serta pemasangannya untuk rangka atap dapat menghemat waktu dan mempercepat proses pengerjaan. Selain karena bobotnya yang ringan sehingga mempermudah proses konstruksi, rangka atap baja ringan juga memiliki sistem sambungan yang tidak terlalu rumit. Sambungan yang dipakai bisa berupa skrup, baut, keling ataupun las. Sistem sambungan baja ringan yang sudah didesain dari pabrik membuatnya mudah untuk dirangkai ke konstruksi lainnya seperti beton atau kayu.

          Aplikator juga perlu memperhatikan kualitas supplier yang memasok bahan bangunan untuk proyek.  Standar umumnya, supplier yang dipilih adalah yang bisa memberikan bukti secara nyata,tepat dan akurat atas informasi bahan bangunan yang diperlukan dalam waktu cepat.  Dan supplier yang bertanggung jawab adalah supplier yang merasa memiliki kewajiban untuk membantu aplikator menyiapkan bahan bangunannya tepat waktu.

            PT. Indoberka Investama sebagai supplier baja ringan IBI Truss memiliki standar operasional yakni memperhatikan tanggungjawab terhadap kualitas bahan baja ringan, proses produksi serta hasil berupa barang jadi yang akan didistribusikan ke tempat proyek. Baja ringan IBI Truss terbukti sudah dipercaya oleh banyak masyarakat sebagai bahan baku rangka atap.  Kini Anda tidak perlu ragu untuk bermitra bersama kami.